Perencanaan Strategis Pendidikan dengan Metode Pendekatan Balance Scorecard
Saat ini lingkungan pendidikan yang sangat kompetitif akan memiliki dampak :
Tuntutan untuk selalu membangun keunggulan kompetitif
Pemutakhirkan peta perjalanan (roadmap) organisasi secara berkelanjutan
Penentuan langkah-langkah strategik ke depan
Pengerahkan, pemusatkan kapabilitas dan komitmen seluruh staf dalam mewujudkan masa depan organisasi

Dan kecenderungan umum, pendidikan saat ini hanya mengandalkan anggaran tahunan sebagai alat perencana masa depan organisasi, sehingga menjadi tidak koheren antara :
Visi dan Misi
Tujuan organisasi
Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Implementasi.
Balance Scorecard berkembang dari bagaimana kerangka berfikir tentang pengukuran kinerja pada awalnya menjadi sebuah sistem perencanaan dan manajemen strategis. Dengan konsep Balance Scorecard ini maka akan mampu mengubah perencanaan organisasi yang menarik namun berupa dokumen yang pasif, menjadi sebuah orkestra organisasi yang dinamis dan penuh energi. Balance Scorecard bukan hanya menyediakan kerangka kerja untuk pengukuran kinerja, namun juga membantu perencana mengidentifikasi apa yang harus dilakukan dan diukur. Dengan demikian, pimpinan satuan pendidikan dapat dengan pasti menjalankan strategi mereka.
Balance Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam meningkatkan kinerjanya secara terus menerus. Balanced Scorecard memperluas cakupan perspektif dalam perencanaan strategik, yaitu dari yang sebelumnya hanya terbatas pada tiga perspektif yaitu keuangan, customer, dan proses, diperluas menjadi empat perspektif yaitu perspektif pembelajaran-pertumbuhan. Perluasan perspektif tersebut dalam jangka panjang akan menjanjikan kinerja yang berlipat ganda dan berkesinambungan di samping dapat meningkatkan kemampuan organisasi dalam memasuki lingkungan bisnis yang komplek dan turbulen.
Di sisi lain Balanced Scorecard meletakkan titik ungkit (leverage) pada perspektif yang paling dasar, yaitu pembelajaran dan pertumbuhan. Sebagai contoh, sasaran strategik perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah meningkatnya kapabilitas personel dan meningkatnya komitmen personel. Dua sasaran strategik tersebut ditujukan untuk mencapai sasaran strategik perspektif proses yaitu meningkatnya kualitas proses layanan kepada konsumen, meningkatnya kecepatan proses layanan dan terintegrasikannya proses layanan. Sasaran strategik pada perspektif proses tersebut ditujukan untuk mencapi sasaran strategik perspektif customer yaitu meningkatnya kualitas hubungan dengan customer, meningkatnya kualitas jasa, dan meningkatnya citra organisasi yang ketiganya akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan berkurangnya biaya pada perspektif keuangan. Hasil akhirnya adalah tercapainya sustainable outstanding financial return. Konsekuensi dari sifat hubungan sebab-akibat di atas maka penting sekali bagi organisasi untuk menjaga keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik. Konsep ini yang kemudian diadaptasi dalam bentuk kepastian adanya benang merah antara aktivitas unit kerja dengan visi, misi institusi.
Sebagian besar organisasi hanya mengandalkan manajemen puncak untuk menyusun perencanaan strategik, sementara manajemen menengah sampai karyawan hanya melakukan implementasi rencana jangka panjang dan pendek. Sistem ini hanya pas untuk lingkungan yang stabil yang di dalamnya prediksi masih dapat diandalkan untuk memperkirakan masa depan organisasi. Dalam pengembangan aktivitas, perguruan tinggi harus melibatkan seluruh unit kerja dan personel didalamnya dalam perencanaan strategiknya untuk mengubah mode operasi organisasi dari plan and control menjadi sense and respond. Dengan mekanisme baru ini, diharapkan akan dapat terlihat dan terukur seluruh kinerja organisasi dalam berbagai level.
Sistem manajemen strategik terdiri atas dua tahap utama yaitu:
Tahap Perencanaan
Tahap Pengimplementasian
Tahap perencanaan terdiri atas empat tahap, yaitu:
Perumusan Strategi (strategy formulation)
Perencanaan Strategik (strategic planning)
Penyusunan Program (programming)
Penyusunan Anggaran (budgeting)
Tahap pengimplementasian rencana terdiri atas dua tahap yaitu:
Pengimplementasian (implementation)
Pemantauan (monitoring)
Perencanaan strategis disadari sebagai proses kreatif, selain proses perencanaan praktis untuk perubahan komunitas. Dengan adanya rencana startegis akan diperoleh blueprint untuk perubahan yang menjadi dasar menentukan perubahan seperti apa yang akan dilakukan sampai beberapa tahun ke depan, dan juga bagaimana dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Memang tidak ada rumus praktis untuk membuat rencana strategis, setiap institusi tentu memiliki kekhasan yang merupakan hasil dari proses panjang pembentukan budaya organisasi.
Perencanaan Strategik penting dilakukan guna memberi arah dan bimbingan para pengelola perguruan tinggi dalam rangka menuju perubahan atau tujuan yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Tanpa perencanaan pendidikan yang baik akan menyebabkan ketidakjelasan tujuan yang akan dicapai, resiko besar dan ketidakpastian dalam menyelenggarakan semua kegiatan pendidikan. Penyusunan rencana strategis ini dilakukan untuk dapat membuat kejelasan dalam pencapaian tujuan organisasi yang terartikulasikan dalam visi dan misi.
Perencanaan Strategik perguruan tinggi adalah proses penyusunan gambaran kegiatan di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian ini menunjukkan bahwa perencanaan startegik merupakan proses mengidentifikasi, mengumpulkan dan menganalisis data internal dan eksternal (esensial dan kritis) untuk memperoleh infornasi terkini dan yang berrnanfaat bagi penyiapan dan pelaksanaan rencana jangka panjang dan pendek dalam rangka untuk merealisasikan atau mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan strategik perguruan tinggi menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
Memperbaiki hasil pendidikan
Membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan)
Demand Driven (prioritas kebutuhan)
Partisipasi
Keterwakilan
Data Driven
Realistis sesuai dengan hasil analisis SWOT ( Strengths - Weaknesses - Opportunities - Threats )
Mendasarkan pada hasil review dan evaluasi, keterpaduan, holistic/tersistem, transparans, dan keterkaitan serta kesepadanan secara vertikal dan horisontal dengan rencana-rencana lain.
Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan rencana strategis dapat menggunakan pendekatan Balance Scorecard meski dengan modifikasi pada kriteria yang dipilih oleh organisasi. Balance Scorecard berkembang dari hanya kerangka berfikir tentang pengukuran kinerja pada awalnya menjadi sebuah sistem perencanaan dan manajemen strategis.
Tulisan lengkap dapat dilihat di sini
Untuk informasi tentang teknologi open source ini dan aplikasinya lebih lanjut anda dapat melihat informasi berikut , klik disini
Untuk Solusi Aplikasi Sistem Informasi dapat dilihat di sini
SCreen Shot Aplikasi Asset Maintenance System :
Contoh Aplikasi Web Online, Klik Gambar
Contoh Desain dan Proposal Pengembangan Aplikasi Human Resources Develompent / HRD dan Payroll / Penggajian dapat dilihat disini
Contoh Desain dan Proposal Pembangunan Software Aplikasi Aset
Contoh Desain dan Proposal Pembangunan Software Aplikasi Web E-Gov / E - Government
Contoh Desain dan Proposal Pembangunan Software Aplikasi Executive Information System
Contoh Desain dan Proposal Pembangunan Software Aplikasi Sistem Informasi Akademik
Contoh Desain dan Proposal Pembangunan Software Shopping Cart Aplikasi Web Cart By Network Regroup
Proposal APlikasi Pembangunan Softaware Aplikasi Asset Maintenance System / Aplikasi Aset
Untuk Informasi Tentang Wimax / Tutorial Wimax / Teknologi Wimax dapat di lihat di Wimax.
Source : www.smartsurabaya.com

